Bojonegoro – Pekerjaan pelebaran Jembatan Gedongarum 9 di Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, memunculkan sejumlah dugaan terkait kualitas perencanaan dan pelaksanaan. Proyek ini dikerjakan oleh CV Pratama Karya Alam, dengan perencanaan dan pengawasan dari CV Abadi Karya, dan kini menjadi sorotan masyarakat.
Temuan Lapangan
Sejumlah temuan visual menunjukkan kondisi bangunan yang dianggap belum memenuhi harapan publik:
- Retakan pada struktur beton di bagian pelebaran jalan, yang menimbulkan dugaan adanya persoalan mutu pekerjaan, baik dari metode pelaksanaan maupun kualitas material.
- Dugaan pengurangan besi tibar dan lem Hilti sebagai penguat sambungan.
- Tembok Penahan Tanah (TPT) di sisi jembatan terlihat belum tertangani secara maksimal, dengan struktur menggantung dan material non-permanen di beberapa bagian.
“Kalau bangunan baru tapi sudah retak, tentu masyarakat khawatir soal kekuatannya. Apalagi ini jembatan yang setiap hari dilalui kendaraan,” ujar salah satu warga.
Sorotan terhadap Pelaksana dan Pengawas
Masyarakat menilai terdapat potensi kekurangan dalam dua aspek utama:
- CV Pratama Karya Alam – sebagai pelaksana pekerjaan, diduga belum maksimal dalam menjaga mutu konstruksi.
- CV Abadi Karya – sebagai konsultan perencana sekaligus pengawas, efektivitas kontrol teknis di lapangan dipertanyakan.
Harapan Publik
Warga berharap Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro segera melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan:
- Pekerjaan telah sesuai spesifikasi teknis yang direncanakan.
- Keamanan pengguna jalan terjamin.
- Potensi kerusakan lebih besar di kemudian hari dapat dicegah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana, konsultan pengawas, maupun Dinas PU Bina Marga Bojonegoro terkait kondisi jembatan.
Penulis: Tim